Tandaseru — Kelompok Kerja (Pokja) Bupati Pulau Morotai, Maluku Utara menilai kinerja Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) lingkup Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai mati suri. Pasalnya, kebijakan dan kegiatan Pemkab dianggap tak sampai ke telinga masyarakat.

Pokja Bupati Wilayah Morotai Utara Julham Ube kepada awak media, Senin (9/11) menyatakan, selama ini Bagian Humas tidak efektif mempublikasikan kegiatan Pemda Morotai.

“Humas adalah corong untuk menyampaikan hal menyangkut dengan kegiatan pemerintah, tapi selama ini kita lihat Humas mati suri. Kemudian juga Humas tidak mampu meng-counter isu-isu yang menyebar di media,” kata Julham.

Julham bilang, Humas harus diberikan ketegasan agar lebih intensif membangun komunikasi yang lebih baik lagi.

“Membangun komunikasi dan kerja sama dengan baik seperti dengan media, supaya ada berita-berita Pemerintah Daerah terkait program bupati. Humas bisa meng-counter berita ke media, dan itu tugas Humas,” tuturnya.

Menurut Julham, selama ini isu-isu yang beredar di masyarakat banyak tidak di-counter oleh Humas untuk menyampaikan ke media, sehingga masyarakat tidak menjadi bingung.

“Karena tanggapan publik ini bukan hanya dipublikasikan lewat (akun Facebook Pemda) Info Morotai. Harus lewat media juga untuk isu-isu yang sering kali menjadi pemberitaan. Apalagi saat ini program Bupati jor-joran masuk desa. Hal ini yang perlu juga patut menjadi informasi di media dan lain-lain. Intinya isu-isu di masyarakat, Humas duluan dapat dan menyampaikan ke media,”  jelasnya.

“Humas sebagai juru bicara Pemerintah Daerah selama ini program dan kinerja pemerintah hanya dirilis di Info Morotai, itu tidak efektif karena hanya sebagian orang saja yang mengetahuinya,” tandasnya.

Kepala Bagian Humas Pemkab Morotai Ailan Goroahe saat dikonfirmasi terpisah tandaseru.com soal sorotan Pokja Bupati enggan memberikan tanggapan apapun.

“No comment,” ujarnya singkat.