Sekilas Info

PLN Deadline Disperindagkop, Jalanan Tidore Terancam Gelap Gulita

Lampu jalanan di kawasan Tugulufa, Tidore. (Tandaseru)

Tandaseru -- PLN Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara memberi deadline kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) untuk melunasi tagihan tarif listrik lampu jalan di Kota Tidore. Pasalnya, saat ini masa pembayaran sudah jatuh tempo namun Disperindagkop belum juga melakukan pelunasan.

Rencananya, jika tak ada tanda-tanda pembayaran maka PLN akan melakukan pemutusan aliran listrik semua lampu jalan mulai Selasa (27/10).

"Kalau sudah lewat batas waktu belum pembayaran rekening listrik di Disperindagkop terkait lampu jalan. Sudah jatuh tempo tetapi belum juga pembayaran,” ungkap Manajer ULP PLN Tidore Jasser Bahaweres, Senin (26/10).

Jasser mengaku telah memberi batas waktu ke Disperindagkop untuk lakukan pembayaran hingga besok.

"Jadi kami kasih waktu sampai besok. Ini tidak ada sangkut paut dengan politik, tapi apa yang kita lakukan ini diberlakukan sama dengan pelanggan lain. Karena selama belum pembayaran tentu tetap akan kami ambil langkah pemutusan,” akunya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Tikep Syaiful Bahri Latif saat dikonfirmasi mengakui belum melakukan pembayaran rekening listrik untuk lampu jalan tersebut.

"Rencana kami mau mendorong di APBD Perubahan ini untuk pembayaran listriknya,” katanya.

Dia bilang, tiap bulan pembayaran listrik lampu jalan di Kota Tidore memakan anggaran sekitar Rp 100 juta.

"Makanya besok ini kita akan coba berkoordinasi dengan PLN terkait dengan persoalan ini,” pungkasnya.

Sementara Pj Sekretaris Kota M. Miftah Baay saat dikonfirmasi mengaku persoalan pembayaran iuran listrik lampu jalan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan PLN untuk dimintai pertimbangan.

"Karena anggaran sudah kami usulkan di Perubahan, insya Allah akan diakomodir. Makanya besok ini kita akan koordinasi dengan PLN terkait itu," ungkapnya.

Penulis: Tim
Editor: Sahril Abdullah