Sekilas Info

Berusia 15 Tahun, Zulfahri Apresiasi Pondok Pesantren Jabal Rahmah

Zufahri Abdullah Duwila saat menghadiri acara khataman Al-quran pondok Pasantren Jabal Rahmah di Desa Wai Ipa. (Tandaseru/tim)

Tandaseru -- Hi. Zulfahri Abdullah Duwila (ZADI) memenuhi undangan pelaksanaan khataman Alquran santri/santriwati Pondok Pesantren Jabal Rahmah tahun 2020 di Desa Wai Ipa, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Minggu (27/9) malam.

Pondok pesantren yang kini berusia 15 tahun itu didirikan almarhum Abdul Aziz Falhum. Ponpes ini terhitung sudah 6 kali menggelar khataman Alquran.

Khataman Quran ini juga dihadiri perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Sula, Yamin Jull, serta imam dan penghulu Desa Wai Ipa, juga orang tua dan wali murid pondok pesantren.

Mewakili tokoh masyarakat dan tokoh agama, Zulfahri dalam sambutannya menyampaikan, untuk menguasai dunia dan akhirat harus memiliki ilmu. Untuk itu, sebagai orang Sula harus berterima kasih dengan hadirnya pondok pesantren Jabal Rahmah di Desa Wai Ipa, karena telah mengajarkan cara baca Alquran secara baik dan benar.

"Banyak anak-anak, bahkan ada di antara kita yang belum khatam Alquran. Bersyukurlah orang tua yang punya anak-anak sudah khatam Alquran, sebab setiap ayat yang dibacakan dalam setiap salat, akan menuai pahala bagi siapa yang mengajarinya. Semoga pondok pesantren Jabal Rahmah terus berkembang dan menjadi solusi bagi pengembangan ajaran Islam bagi anak-anak kita," ungkap Zulfahri.

Sementara itu, Ketua Pondok Pesantren Jabal Rahmah Ahmad Falhum menargetkan, semua santri di pondok Jabal Rahmah bisa menghafal Alquran.

"Fadilahnya luar biasa. Karena satu anak yang menghafal Alquran bisa memasukkan 10 orang saudaranya ke surga. Bahkan penghafal Alquran juga sangat bermanfaat ke depannya di semua sektor, baik di bidang kedokteran, sosial dan lain sebagainya," katanya.

Hal senada juga disampaikan keterwakilan Kemenag Kepulauan Sula Yamin Jul bahwa Kemenag sangat mengapresiasi kegiatan khataman Alquran seperti ini.

"Kegiatan semacam ini besar manfaatnya untuk memberantas buta huruf Alquran, juga berkontribusi terhadap perkembangan syiar Islam di masa depan nanti," pungkasnya. (pn)

Penulis: Samsur Silia
Editor: Sahril Abdullah