Tandaseru — Calon Bupati Kabupaten Kepulauan Sula Fifian Adeningsi Mus diduga sengaja mengangkat nomor urutnya secara terbalik saat pencabutan nomor urut pasangan calon, Kamis (24/9).

Pantauan tandaseru.com, saat pengambilan nomor urut di kantor KPU Kepulauan Sula di Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Kamis (24/9), Fifian yang didampingi pasangannya M. Saleh Marasabessy (FAM-SAH) ini memperoleh nomor urut 3.

Setelah pencabutan, ketiga pasangan calon diminta mengangkat nomor urutnya masing-masing. Rupanya, nomor urut Fifian ditampilkan terbalik dan membentuk huruf ‘E’.

Aksi Fifian ini diduga merupakan unsur kesengajaan, dimana ia diduga sengaja membalikkan nomor urut 3 menjadi huruf ‘E’ yang menunjukkan slogan Eta Sua yang menegaskan identitasnya sebagai perempuan Sula. Selama ini, Fifian memang kerap dihantam isu ‘bukan orang Sula’ oleh lawan politiknya lantaran berasal dari Pulau Taliabu.

Ditemui usai pengambilan nomor urut, Fifian mengatakan nomor urut 3 adalah nomor keberuntungan bagi pasangan FAM-SAH.

“Karena saya anak yang ketiga, terus ini hari ketiga nenek saya meninggal, terus bisa menjadi bupati ketiga,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Taliabu ini.

Adik dari Bupati Sula dua periode Ahmad Hidayat Mus ini juga sudah memprediksi sebelumnya bahwa ia dan Saleh akan memperoleh nomor urut 3.

“Iya, saya sudah sampaikan besok (Kamis) saya akan dapat nomor 3,” beber Fifian.

Karena itu, lanjut Fifian, dari tahapan-tahapan yang sudah dilalui ia yakin semua adalah takdir Allah SWT.

“Ini sudah takdir Allah, petunjuk yang sangat istimewa hari ini,” ujarnya.

Fifian berharap pada 9 Desember mendatang dirinya akan terpilih menjadi bupati ketiga di Kabupaten Kepulauan Sula.

“Semoga ke depan, di tahun 2020 bulan Desember tanggal 9, saya terpilih menjadi Bupati Sula yang ketiga,” tukasnya.

Dalam Pilkada kali ini, pasangan Hendrata Thes-Umar Umabaihi (HT-UMAR) mendapat nomor urut 1, sedangkan Zulfahri Abdullah Duwila-Ismail Umasugi (ZADI-IMAM) kebagian nomor urut 2.