Tandaseru — Mantan Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pulau Morotai, Maluku Utara, M Assyura Umar, angkat bicara soal keluhan sejumlah kepala desa terkait anggaran pengadaan seragam olahraga dan perahu tahun 2023-2024. Menurut para kepala desa, anggaran senilai Rp 1 juta hingga Rp 50 juta telah ditransfer kepada Assyura, namun barang-barang yang ditunggu tak kunjung datang.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima tandaseru.com, Sabtu (30/8/2025) malam, Assyura menyatakan keluhan para kades tersebut keliru.

“Soal pengadaan seragam olahraga tersebut, di tahun itu, memang ditransfer oleh beberapa pemerintah desa di Pulau Morotai. Sekitar Rp 7 juta. Itu karena saya juga punya kenalan konveksi di luar Maluku Utara. Memang ada keterlambatan jadwal pengiriman. Namun seragam olahraga itu sudah tersalurkan,” ungkapnya.

Sementara soal pengadaan perahu dengan anggaran sekitar Rp 50 juta, Assyura bilang saat itu memang memakai anggaran desa.

“Itu memang pengadaan memakai anggaran desa. Saya terlibat karena saya selaku Kabid DPMD, tugasnya juga untuk membantu desa. Salah satunya untuk mengadakan empat unit perahu itu. Pengadaan tersebut pun terlaksana, meski ada keterlambatan jadwal seperti seragam,” jelasnya.

Ia menegaskan, dirinya tak melakukan pemerasan seperti yang ditudingkan.

“Awalnya saya kaget membaca berita sebelumnya. Saya pun menghubungi beberapa kepala desa di Morotai. Ternyata ada oknum yang menyuruh. Namun sudahlah, yang terpenting saya tidak melakukan korupsi ataupun menyelewengkan anggaran desa,” tandas Assyura yang saat ini menjabat Kabid Pemdes DPMD Provinsi Maluku Utara.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter