Tandaseru — Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) menyambangi Pulau Morotai, Maluku Utara. Kunjungan tersebut dalam rangka konsolidasi peninjauan keberadaan situs sejarah Bung Karno yang hilang.
Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino saat ditemui tandaseru.com, Kamis (3/12) di lokasi Tugu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Desa Yayasan Kecamatan Morotai Selatan mengatakan, kedatangan tersebut karena melihat situs sejarah Bung Karno di Pulau Morotai mulai hilang.
“Ya, ini miris sekali karena ini situs dimana Bung Karno menyampaikan Proklamasi Kemerdekaan 5 tahun setelah Proklamasi itu diproklamirkan, artinya Bung Karno ingin menyampaikan pesan kemerdekaan Bangsa Indonesia kepada masyarakat Morotai di tanggal 17 Agustus 1950,” jelasnya.

Arjuna bilang, melihat kondisi situs Proklamsi Kemerdekaan ini memang tinggal separuh, maka kondisi tersebut tergolong berbahaya. Sebab jika dibiarkan seperti ini terus akan benar-benar lenyap tanpa sisa.
“Situs ini secara realitas diganti dengan lampu digantung kayak begini, apa artinya? Lampu gantung seperti ini apa arti dan maknanya apa? Tugu Proklamasi ini dibangun ditambah lampu gantung seperti ini nggak jelas. Janganlah menggusur situs-situs sejarah untuk proyek kepentingan pribadi,” tegasnya.

Ia pun meminta masyarakat dan rekan-rekannya di Morotai terus memprotes jika situs sejarah digarap serampangan.
“Morotai masih Negara Republik Indonesia, (tapi) ada Tugu Proklamsi dengan kondisinya tinggal sepenggal tak terurus,” cetusnya.
Arjuna juga meminta rekan-rekannya di Morotai menyiapkan data-data sejarah untuk ditindaklanjuti ke Pemerintah Pusat.
“Saya akan bawa ke Jakarta dan saya akan bicarakan dan mungkin akan kontak dengan Kementerian juga serta beberapa orang-orang yang peduli dengan Bung Karno,” tuturnya.
Sementara Ketua Cabang GMNI Pulau Morotai Krisnadi mengatakan, sikap DPP Pusat bagian dari sikap DPC GMNI Pulau Morotai karena apa yang disampaikan DPP sudah sangat jelas.
“Sejauh ini dampak dari penghilangan situs sejarah di Pulau Morotai, perlu diketahui bahwa sejarah adalah bagian dari integritas bangsa. Kemudian itu menjadi salah satu pegangan kita anak bangsa untuk mengetahui lebih jauh,” ucapnya.
Krisnadi bilang, selain Tugu Proklamasi, SMP Negeri 1 Morotai juga merupakan situs sejarah yang erat kaitannya dengan Bung Karno. Sebab Presiden pertama Indonesia itu yang meletakkan batu pertama dan meresmikan SMP Negeri 1 itu.

“Sejauh ini sejarah yang terletak pada SMP Negeri 1 itu dihilangkan oleh Pemerintah Daerah dengan alasan pembangunan infastruktur, sehingga dihilangkan pada tahun 2018-2019. Karena itu, kami minta kepada Pemda agar dikembalikan dan direnovasi seperti bentuk semula,” pintanya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.