Tandaseru — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat sejak September 2023 neraca perdagangan luar negeri Maluku Utara surplus sebesar US$598,85 juta.

Kepala BPS Aidil Adha mengatakan, nilai ekspor Provinsi Maluku Utara pada September 2023 sebesar US$811,63 juta, naik 7,35 persen dibanding Agustus 2023 yang senilai US$756,08 juta.

“Nilai impor Provinsi Maluku Utara pada September 2023 sebesar US$212,78 juta, naik sebesar 3,63 persen dibanding Agustus 2023 yang senilai US$205,33 juta. Neraca perdagangan Provinsi Maluku Utara kumulatif bulan Januari sampai dengan September 2023 mengalami surplus sebesar US$4.917,46 juta,” ujar Aidil, Senin (16/10).

Ia bilang, nilai ekspor Provinsi Maluku Utara pada September 2023 sebesar US$811,63 juta, naik 7,35 persen dibanding Agustus 2023 yang senilai US$756,08 juta. Volume ekspor Provinsi Maluku Utara pada September 2023 sebesar 393,66 ribu ton, turun 0,97 persen dibanding Agustus 2023 yang senilai 397,51 ribu ton.

“Secara kumulatif, nilai ekspor Provinsi Maluku Utara Januari–September 2023 sebesar US$7.245,57 juta mengalami peningkatan 18,99 persen dibandingkan periode Januari-September 2022 yang sebesar US$6.089,40 juta. Secara kumulatif, volume ekspor Provinsi Maluku Utara Januari–September 2023 sebesar 3.422,61 ribu ton, turun sebesar 39,11 persen dibanding Januari-September 2022 yang sebesar 2.460,36 ribu ton,” akunya.

Dipaparkan, ekspor Provinsi Maluku Utara pada Agustus 2023 berupa golongan barang Besi dan Baja (HS 72) ke Tiongkok dan Taiwan, golongan barang Nikel (HS 75) ke Tiongkok, golongan Bahan Kimia Anorganik (HS 28) ke Tiongkok, Ikan dan Udang (HS 03) ke Vietnam, Philipina dan Singapura, dan Daging dan Ikan Olahan (16) ke Filipina.