Tandaseru — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pulau Morotai, Maluku Utara, memastikan tak ada bekas tumpahan 10 ton BBM jenis solar di perairan laut Pulau Mitita.

10 ton solar milik PLN itu sebelumnya tenggelam bersama kapal Gerbang Rahmat Kamis (26/1) malam. Kapal yang berlayar dari Morotai hendak ke Halmahera Utara itu karam usai kemasukan air dihantam ombak.

Kepala DLH Siti Samiun Maruapey kepada tandaseru.com mengaku ia bersama Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kasubid Limbah B3 telah turun ke lokasi tenggelamnya kapal, Sabtu (28/1). Namun tidak ada bekas tumpahan solar yang ditemukan.

“Kami sempat keliling laut sekitar Pulau Mitita, lokasi kejadian kapal Gerbang Rahmat itu tenggelam,” kata Siti, Minggu (29/1).

Saat keliling melakukan pantauan, Siti mengaku tidak ada bekas solar. Laut tampak terlihat bersih.