Tandaseru — Aksi tolak kenaikan harga BBM yang ricuh di Pulau Morotai, Maluku Utara, Senin (12/9), disesalkan Universitas Pasifik. Para massa aksi dalam demo itu merupakan mahasiswa Unipas.

Wakil Rektor I Unipas Subhan Hayun menyatakan pihak kampus tak memberi izin digelarnya demo itu. Namun kampus juga tak bisa menghalangi hak konstitusional mahasiswa.

“BEM sudah menyurat ke kampus, tapi kami sampaikan bahwa kampus tidak mengizinkan aksi dilaksanakan,” ujarnya, Selasa (13/9).

Pihak kampus mengaku sempat berpesan agar aksi dilakukan secara damai.

Subhan sendiri belum mengetahui penyebab adanya tindakan represif oknum petugas keamanan dalam demo itu.