Tandaseru — Ancaman abrasi kian nyata di Desa Gamlamo, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. H+2 lebaran Idul Fitri, ombak menerjang hingga masuk ke perkampungan.

Amatan tandaseru.com, terjangan ombak terjadi sekira pukul 06.00 WIT, di mana setidaknya 8 rumah diterjang ombak.

Beruntung, rumah-rumah tersebut tak mengalami kerusakan. Namun warga diimbau pemerintah desa agar selalu waspada akan terjangan ombak.

“Abrasi ini sudah sejak lama, biar pun ombak sedang tapi kalau air pasang pasti tong punya rumah ombak masuk di dalam rumah,” kata Arwin, warga setempat, Rabu (4/5).

“Dulu 5 sampai 7 tahun yang lalu biar pun air pasang dan ombak besar tapi tara jadi soal karena pasir dan pohon so hambat. Sekarang pasir di tepi pantai juga so taturun jao, pohon banyak yang jatuh,” tambah Arwin.

Ia menduga, abrasi dipicu maraknya penambangan pasir di pesisir Tanjung Pinang yang tak jauh dari Desa tersebut.

“Kemungkinan pengaruhnya di dong ambil pasir di kolong jembatan itu, karena tong lihat banyak pohon di tepi pantai so rubuh samua,” ungkap Arwin.

Sementara Fatimun, warga lainnya, mengaku terjangan ombak masuk ke rumahnya dengan ketinggian nyaris selutut orang dewasa.

“Ombak sampe tembus di halaman depan rumah,” terangnya.

Sekretaris Desa Gamlamo Mursalin Ekene membenarkan adanya ancaman terjangan ombak tersebut.

“Ketika air pasang dampak sasarannya itu kalau di RT 3 itu dua rumah, RT 2 itu ada empat rumah dan RT 1 itu sekitar dua rumah lagi,” papar Mursalin.

Bahkan kemarin, sambungnya, air laut masuk hingga ke jalan umum desa.

“Kami sudah usulkan beberapa kali ke Pemerintah Daerah Pulau Morotai tapi belum ada tanggapan terkait dengan abrasi ini,” tuturnya.

Persoalan ini juga sudah disampaikan ke Anggota DPRD Provinsi Malut dapil Halmahera Utara-Pulau Morotai Sukri Ali saat Sukri reses di Desa Gamlamo.

“Kita juga sudah sempat sampaikan ke Anggota DPRD Provinsi, tolong kalau bisa pantai di Desa Gamlamo itu diperhatikan karena dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” tandas Mursalin.