Tandaseru — Sopir angkutan kota (angkot) di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, kembali menggelar aksi mogok di kawasan Pelabuhan Rum, Tidore Utara, Kamis (11/11).
Aksi mogok ini dipicu tuntutan kenaikan tarif angkot. Akibatnya, para penumpang angkot membludak di area terminal Kelurahan Rum.
Setelah beberapa jam melakukan mogok, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen bersama Kepala Dinas Perhubungan Daud Muhammad mendatangi para sopir.
Di hadapan para sopir, Muhammad berharap tak ada lagi aksi mogok yang bisa mengganggu mobilitas penumpang.
“Tapi kalau kalian tidak mau beroperasi, saya tinggal arahkan mobil dinas (untuk mengangkut penumpang),” ujarnya.
Sementara Kadishub mengatakan, penyesuaian tarif angkutan umum yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Nomor 127.2 Tahun 2021 dihitung berdasarkan harga BBM di wilayah Tidore Kepulauan.
Sedangkan berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 89 tahun 2002 tentang Mekanisme Tarif Angkutan Darat, untuk jarak antara Soasio dan Rum sepanjang 25 kilometer tarifnya Rp 14.789.
Namun Daud mengaku bakal segera mengkaji kembali aturan tersebut.
“Memang kemarin belum dikaji. Tapi yang jelas hari ini harus beroperasi. Kalau tidak ya risiko tanggung sendiri,” ancam Daud.
Sementara itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat Kota Tidore Kepulauan, Amir Soleman menegaskan, jika tuntutan para sopir tidak diakomodir maka mereka akan kembali mogok.
Sebab, jika mengikuti SK Wali Kota, nyaris tak ada pendapatan bagi mereka.
“Malah turun jauh sekali, dua kali lipat. Jadi kalau bisa tarifnya dinaikkan sedikitlah,” kata Amir.
Soal ancaman diturunkan mobil dinas jika tak mengangkut penumpang, Amir enggan berkomentar banyak.
“Wah, bahaya itu. Pemerintah harus berpikir kami juga. Karena kami ini bagian dari masyarakat,” harapnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.