Tandaseru — Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu (27/10). Aksi dipusatkan di Tugu Pancasila dan Tugu Proklamasi.
Dalam aksi itu, massa aksi membentangkan spanduk bertuliskan “Jangan Rampok Tanah Kami, TNI AU vs Rakyat Morotai”.
“Lewat refleksi Sumpah Pemuda ke-93 tahun di tanggal 28 esok, problem sosial di Morotai sudah semestinya diselesaikan oleh pemerintah daerah, salah satunya adalah masalah sengketa lahan antara pihak TNI AU dan masyarakat Morotai,” ujar Koordinator Aksi, Wahyu.
Menurutnya, bahkan sejak sebelum masa penjajahan Jepang lahan-lahan tersebut sudah dikelola dan dinikmati hasilnya oleh warga Morotai.
“Tetapi saat ini malah TNI AU mematok lahan-lahan tersebut seakan-akan milik mereka,” cetusnya.
Massa aksi juga menyentil kasus dugaan pemerkosaan oknum polisi di Morotai terhadap seorang remaja putri.
“Lebih miris lagi ada oknum kepolisan yang melakukan pemerkosaan terhadap siswi SMA. Padahal yang kita ketahui bersama bahwa kepolisian sebagai penegak hukum yang bertugas melindungi, mengayomi, dan melayani. Tapi apa yang terjadi di lapangan yang sering kita temukan tidak sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kepolisian itu sendiri,” sesal Wahyu.
“Untuk itu, melalui kesempatan ini kami dari PMII Pulau Morotai dalam rangka merefleksikan hari lahir Sumpah Pemuda, kami meminta kepada Pemda Morotai menyelesaikan masalah di Morotai. Sekaligus menekankan pada pemerintah daerah agar segera menjawab keluhan masyarakat Pulau morotai,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.