Tandaseru — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 8 Halmahera Tengah, Maluku Utara, Senin (22/3) pagi melaksanakan Ujian Sekolah berbasis Android.
Kepala Sekolah SMK 8 Halteng, Nursifa M. Yunus mengatakan, siswa yang mengikuti ujian tersebut berjumlah 53 orang. 26 di antaranya merupakan siswa laki-laki, dan 27 sisanya siswa perempuan.
Jurusan yang mengikuti UAS adalah Otomatisasi Tata Kelola Perkotaan dengan jumlah siswa 21 orang, Perhotelan 6 orang, Asisten Keperawatan 8 orang, Teknik Instalasi Tenaga Listrik 8 orang, dan Teknik Kontruksi Properti 10 orang.
“Namun saat ini kita masih kekurangan alat penunjang seperti laptop dan komputer. Kami akan tetap berupaya agar ke depan untuk sarana penunjang ini bisa seimbang,” ucap Nursifa saat dikonfirmasi awak media.
Menurutnya, selain kekurangan alat penunjang untuk ujian, SMK 8 juga kekurangan tenaga pengajar. Sebab tiap jurusan minimal 2 orang tenaga guru.
“Karena SMK ini lebih pada output siswa sesuai jurusannya. Makanya membutuhkan tenaga guru untuk menopang itu semua,” papar Nursifa.
Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Malut Perwakilan Halteng, Ridwan Soleman mengatakan, prediksi pendidikan abad 21 ini disebut dengan point zero, di mana SMK lebih cenderung pada pengembangan kompetensi keahliannya.
“Jadi SMK ini lebih pada penekanan siswa itu harus terampil dalam menghadapi dunia kerja, apalagi Halteng ini diperhadapkan dengan perusahaan raksasa,” tuturnya.
Kehadiran perusahaan seperti PT Indonesia Weda Bay Industrial Park di Halteng membutuhkan tenaga skill. Lewat SMK, diharapkan bisa ada output untuk siap bekerja sesuai dengan skill mereka.
“Tentu ini juga membutuhkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi,” pungkas Ridwan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.