Tandaseru – Kepala Kantor Bandar Udara UPBU Kelas III Pitu Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Gunadi Siswo Pamungkas, menegaskan kesiapan jajarannya mendukung penuh dan menyukseskan gelaran Morotai Festival (Morofest) yang dijadwalkan berlangsung pada 26–29 Oktober 2026.
“Mari kita sukseskan Morotai Festival tahun ini. Festival tahun lalu kami dari Bandara Pitu juga ikut membuka stand bandara. Tahun kemarin Morotai Festival juga sangat ramai dan Morotai Festival tahun ini kita turut kembali meramaikan lagi,” ucap Gunadi kepada media ini, Rabu (21/10/2026).
Gunadi menyampaikan, bentuk dukungan tersebut bukan sekadar wacana, mengingat Bandara Pitu merupakan salah satu pintu gerbang utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Morotai.
“Jadi, komitmen untuk terus meningkatkan keselamatan keamanan dan pelayanan penerbangan bagi para pengunjung yang hadir memeriahkan Morotai Festival. Kami akan memanfaatkan secara optimal fasilitas yang ada di bandara Pitu Morotai,” katanya.
Ia memaparkan, Bandara Pitu Morotai memiliki luas landasan pacu (runway) berukuran 2.400 x 45 meter sesuai sertifikat bandar udara, sehingga mampu melayani penerbangan pesawat tipe Airbus A320.
Masuknya Morofest ke dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) juga dinilainya sebagai kebanggaan bersama. Pihak bandara siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran lalu lintas udara wisatawan.
“Event Morotai Festival ini telah ditetapkan masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) merupakan kebanggaan kita bersama. Kami siap bersinergi dan bekerjasama untuk memastikan kelancaran arus kedatangan dan keberangkatan wisatawan selama event berlangsung. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk datang dan menikmati keindahan Pulau Morotai. Kami siap menyambut dan melayani dengan sepenuh hati, ayo rame-rame ke Morotai,” ujarnya.
Mengenai operasional maskapai Wings Air, Gunadi memastikan jadwal penerbangan rute Ternate–Morotai berjalan normal dua kali seminggu, yakni setiap hari Senin dan Kamis. Hal ini tidak lepas dari kebijakan subsidi penerbangan yang diberikan Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai.
“Hal ini supaya para wisatawan lokal maupun mancanegara bisa berkunjung dengan akses transportasi udara yang memadai normal,” tandasnya.
Kendati demikian, pihak bandara akan terus memantau kondisi cuaca dan potensi gangguan alam.
“Tapi yang pasti saat ini jadwal seminggu penerbangan normal dua kali. Kita tetap pantau kondisi alam, salah satunya jika terjadi abu vulkanik maka penerbangan pasti cancel,” imbuhnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.