Tandaseru — Percobaan penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) terjadi di kawasan Trans Waleh SP II, kecamatan Weda Utara, kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Selasa (6/10/2026). Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.00.

Kepolisian Halteng bersama TNI, pemerintah desa, dan masyarakat setempat langsung mendatangi lokasi kejadian guna menangani dugaan percobaan penyerangan tersebut.

Kejadian bermula saat seorang warga bernama Saekoni (59 tahun) sedang duduk di teras rumahnya. Ia tiba-tiba melihat sebuah busur panah menancap di atap rumah.

Saekoni mengaku melihat sekitar 10 orang datang dari arah hutan dengan membawa sejumlah busur dan anak panah yang diarahkan ke rumahnya.

Mengetahui hal tersebut, Saekoni langsung masuk ke rumah untuk mencari istrinya, Siti Nurhayati (50 tahun). Ia lantas meminta Siti segera keluar melalui pintu dapur dan mencari tempat perlindungan.

Keributan tersebut turut diketahui warga sekitar, Abdul Qobir (50 tahun) dan istrinya, Siti Alfia (45 tahun). Keduanya sempat keluar rumah dan melihat kelompok yang diduga OTK bergerak menuju rumah Saekoni.

Saat mendengar suara teriakan dari kelompok OTK, Abdul Qobir beserta istrinya spontan melarikan diri ke lokasi yang lebih aman.

Akibat kejadian ini, rumah milik Saekoni serta sekitar empat rumah warga lainnya dilaporkan dimasuki OTK. Barang-barang di dalam rumah ditemukan berantakan, sejumlah kaca jendela pecah, dan beberapa pohon diduga sempat dipotong para pelaku. Selain itu, OTK diduga mengambil sejumlah barang milik warga, meliputi pakaian berupa celana dan baju, beras, serta sejumlah uang.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, personel Polsek Weda Utara dan Pospol Weda Timur bersama Pemerintah Desa Yeke, Desa Waleh, dan warga setempat turun ke lokasi untuk mengamankan situasi, mengolah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan barang bukti. Dari hasil pengecekan awal di TKP, petugas mengamankan dua buah busur panah dan alat tajam yang terbuat dari bambu.

Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto mengonfirmasi pihak kepolisian telah mengambil langkah cepat menangani insiden ini melalui olah TKP, pengumpulan barang bukti, serta pendataan keterangan korban dan saksi.

“Masyarakat diminta tidak panik maupun mengambil tindakan sendiri apabila menemukan orang atau kelompok yang mencurigakan. Setiap informasi mengenai keberadaan OTK agar segera dilaporkan kepada aparat kepolisian atau pemerintah desa setempat sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur,” ujar Fiat.

Guna mencegah potensi gangguan keamanan susulan, kepolisian mengimbau warga di sekitar kawasan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak beraktivitas atau tinggal seorang diri di tempat rawan, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi keamanan tetap kondusif.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter