Tandaseru — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate bersama koalisi masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) sekaligus Hari Pers Sedunia di Kota Ternate, Senin (4/5/2026). Massa aksi menyoroti masih tingginya ancaman terhadap kebebasan pers dan lemahnya perlindungan hak-hak pekerja jurnalis.

Ketua AJI Ternate, Yunita Kaunar, menyatakan momentum tahun ini merupakan pengingat krusial bahwa demokrasi tidak dapat berjalan tanpa kebebasan pers yang independen dan jurnalis yang sejahtera.

“Dalam momentum Hari Buruh dan Hari Pers Sedunia ini, kami mengajak semua pihak untuk bersatu melawan ketidakadilan dan memperjuangkan hak-hak pekerja, termasuk jurnalis,” tegas Yunita dalam orasinya.

Aksi ini diikuti berbagai elemen, mulai dari organisasi profesi seperti IJTI Maluku Utara, SIEJ, dan AMSI, hingga pers mahasiswa dari Aspirasi dan Mantra serta komunitas peliputan hukum dan kriminal.

Para demonstran menilai jurnalis masih terjebak dalam masalah struktural, seperti upah di bawah standar, status kerja yang tidak pasti, hingga maraknya intervensi terhadap independensi ruang redaksi. Sebagai bentuk protes, AJI Ternate merilis tuntutan utama, di antaranya:

  • Perlindungan Kerja: Penghentian PHK sepihak dan pemenuhan upah layak serta jaminan sosial.
  • Kebebasan Pers: Menjamin hak atas informasi tanpa intervensi serta menghentikan praktik swasensor (selfcensorship).
  • Keamanan Jurnalis: Mendesak penghentian kekerasan serta kriminalisasi terhadap jurnalis dan aktivis.
  • Isu Lingkungan & Publik: Menolak eksploitasi alam yang merusak dan menuntut kebijakan publik yang transparan serta berpihak pada rakyat.

Yunita menambahkan, kondisi di lapangan saat ini masih jauh dari kata ideal. Ia menekankan pentingnya penguatan solidaritas kolektif untuk memastikan suara-suara kritis tetap hidup demi perubahan yang lebih adil di masa depan.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter