Tandaseru — Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai, Maluku Utara, resmi memberangkatkan 79 Calon Siswa (Casis) Polri untuk mengikuti tahapan seleksi tingkat pusat di Polda Maluku Utara. Pemberangkatan ini menandai dimulainya babak baru bagi para putra-putri daerah Morotai dalam memperebutkan kursi anggota korps Bhayangkara.

​Kabag SDM Polres Pulau Morotai, Kompol Nimrod Muman, menjelaskan bahwa seluruh Casis telah diberangkatkan secara bertahap sejak 5 April 2026. Keberangkatan ini dilakukan setelah para peserta dinyatakan lolos verifikasi awal di tingkat Polres.

​Dari total 79 peserta yang dikirim, terdapat pembagian formasi berdasarkan jalur penerimaan yang dibuka, yakni PTU (Polisi Tugas Umum) 68 orang (60 pria dan 8 wanita). Bintara Kompetensi Khusus (Intel) 3 orang (2 pria dan 1 wanita). Akademi Kepolisian (Akpol) 3 orang (2 pria dan 1 wanita). Tamtama 3 orang serta Polair 2 orang.

​Kompol Nimrod menyebutkan bahwa tugas Polres Morotai pada tahap awal hanya mencakup pemeriksaan administrasi (Rikmin) dan pengukuran tinggi badan. Seluruh tahapan krusial lainnya akan dipusatkan di Polda Maluku Utara.

​”Di Polres Morotai hanya pemeriksaan berkas dan tinggi badan. Selanjutnya, para Casis akan menjalani rangkaian tes mulai dari kesehatan, jasmani, psikologi, pengetahuan umum, hingga pantukhir di Polda,” ujar Nimrod, Kamis (23/4).

​Nimrod menegaskan bahwa proses seleksi Polri dilakukan secara transparan dan tanpa dipungut biaya sepeser pun. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.

​Sesuai instruksi Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono, tindakan percaloan atau pungutan liar dinilai merusak masa depan institusi. Pihak Polda tidak segan memberikan sanksi berat bagi anggota yang terbukti bermain dalam proses penerimaan ini.

​”Pelaksanaan tes menggunakan sistem yang terintegrasi, semuanya murni hasil kerja keras peserta. Tidak ada calo,” pungkasnya.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter