Tandaseru — Warga dan peserta kegiatan Morotai Fun Run meminta panitia penyelenggara menjamin tidak adanya pungutan parkir kendaraan di lokasi finish, Monumen Trikora, Desa Wawama, Kecamatan Morotai Selatan.
Permintaan ini muncul menyusul keresahan masyarakat terkait seringnya terjadi pungutan parkir tanpa dasar hukum yang jelas setiap kali acara besar digelar di lokasi tersebut.
Selama ini, setiap kegiatan yang dipusatkan di Monumen Trikora kerap dibarengi dengan penarikan tarif parkir berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000. Namun, pungutan tersebut diduga kuat bersifat sepihak dan tidak masuk ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Roni, salah satu peserta Fun Run, mengungkapkan keberatannya saat ditemui di lokasi Kantor Pariwisata Morotai. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak keberatan membayar jika prosedurnya jelas dan resmi.
”Tidak jadi soal bayar parkir, tapi setiap pungutan karcis itu uang masyarakat masuk ke mana? Hal ini terjadi berulang kali saat ada kegiatan. Jika ingin memungut biaya, harus ada karcis resmi agar jelas kontribusinya bagi daerah,” ujar Roni, Sabtu (11/4/2026).
Senada dengan hal tersebut, warga Morotai Selatan juga berharap panitia dapat menertibkan oknum-oknum yang memanfaatkan momen ini. Menurut warga, transparansi biaya sangat penting agar masyarakat dapat menikmati hiburan tanpa merasa dibebani oleh pungutan liar (pungli).
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Panitia Morotai Fun Run, Ugi, menegaskan komitmennya untuk menjaga sterilisasi lokasi kegiatan dari segala bentuk pungutan liar. Ia memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak keamanan guna mengantisipasi oknum yang mencoba mengambil keuntungan pribadi.
”Saya akan tindak lanjuti. Untuk urusan keamanan, kami bekerja sama dengan pihak Lanal Morotai. Kami tidak ingin ada pungutan liar parkir motor dan sebagainya di lokasi finish besok. Lokasi harus bersih dari pungli,” tegas Ugi.
Sebagai informasi, kegiatan Morotai Fun Run dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 12 April 2026. Peserta akan memulai lari dari titik start di Pasar Rakyat CBD dan berakhir di Monumen Trikora. Sebelumnya, panitia juga telah mengimbau penyedia jasa transportasi seperti bentor dan pihak hotel untuk tidak menaikkan tarif secara sepihak selama acara berlangsung.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.