Tandaseru – Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono menginstruksikan jajaran pejabat utamanya turun ke Kabupaten Halmahera Utara (Halut) guna menggelar pertemuan lintas elemen. Langkah ini diambil menyusul mencuatnya percakapan provokatif di grup WhatsApp yang melibatkan anggota DPRD Maluku Utara, Aksandri Kitong.
Direktur Intelkam Polda Malut, Kombes Pol Yushfi Munif Nasution, memimpin langsung pertemuan mediasi tersebut di ruang Kapolres Halut, Desa Gamsungi, Tobelo, Selasa (31/3/2026). Ia didampingi Wadir Intelkam AKBP Sigid Adhi Prasetyo dan Kabid Humas Kombes Pol Wahyu Istanto Bram.
Fokus Redam Isu “Baku Bunuh”
Kegaduhan ini bermula dari tangkapan layar percakapan di grup WhatsApp DPC GAMKI Halmahera Utara yang memperlihatkan Aksandri diduga menulis kalimat “Baku Bunuh”. Kalimat tersebut dinilai publik sebagai ajakan konflik terbuka dan berpotensi memicu gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
“Kehadiran Polda Maluku Utara ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjaga stabilitas keamanan pasca-insiden yang sempat menimbulkan ketegangan,” ujar Bram.
Pertemuan strategis tersebut melibatkan jajaran pejabat daerah dan tokoh lintas agama, di antaranya:
- Pihak Kepolisian: Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu.
- Pemerintah Daerah: Bupati Halut Piet Hein Babua.
- Tokoh Agama & Organisasi: Ketua PHGBI Yudhihart Noya, FKUB Halut Ellsabeth Iwisara, Tokoh Agama Hi. Amir Hi. Saleh, PC NU Halut Husain Horu, Ketua MUI Halut Hi Hadar Ahmad, Ketua GBI Halut Pdt. Theo Kumendong, Ketua PHBI Halut Iswan Lolahi.
- Tokoh Pemuda & Organisasi: Ketua GAMKI Halut Aksandry Kitong, Tokoh Pemuda Gunawan Abas, dan Sekretaris GAMKI Halut Yosafat KotaLaha.
Yushfi M. Nasution menegaskan, kepolisian berupaya meminimalisasi kesalahpahaman melalui klarifikasi langsung. Sementara itu, Bupati Piet Hein Babua mengapresiasi respons cepat Polda Malut menjaga stabilitas wilayahnya.
Kapolres Halut, AKBP Erlichson Pasaribu, menambahkan pihaknya juga tengah mengidentifikasi insiden pelemparan yang sempat terjadi. Ia menyebut Aksandri turut kooperatif dalam membantu proses penegakan hukum.
“Sebagai langkah ke depan, seluruh elemen berkomitmen tidak mudah terprovokasi isu media sosial. Mari kita jaga Halmahera Utara tetap kondusif,” tutup Erlichson.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.