Tandaseru – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku Utara kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman Benteng Oranje, Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, Sabtu (21/2/2026).
Dalam kegiatan ini, pemerintah menyediakan berbagai komoditas pokok dengan harga di bawah rata-rata pasar. Beras SPHP dijual seharga Rp 60.000 per 5 kg, minyak goreng Minyakita Rp 15.000 per liter, bawang putih Rp 45.000 per kg, cabai rawit Rp 75.000 per kg, dan cabai merah keriting Rp 35.000 per kg.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Maluku Utara, Handi Susila, menjelaskan GPM bertujuan memastikan ketersediaan stok pangan sekaligus mencegah aksi borong atau panic buying menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Poin Penting Strategi Pengendalian Inflasi:
- Waspada Bahan Pokok: Meski inflasi saat ini dipicu komoditas ikan segar akibat cuaca buruk, pemerintah tetap mengantisipasi kenaikan bahan pokok.
- Angka Inflasi: Saat ini inflasi Maluku Utara tercatat di angka 1,48 persen.
- Pengawasan Ketat: Selain pasar murah, akan dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar melalui kerja sama dengan Satgas Pangan.
“Kenaikan harga bahan pokok sekecil apa pun akan berdampak besar pada angka inflasi karena dikonsumsi secara luas. Fokus kami adalah menjaga ketersediaan pasokan agar masyarakat bisa belanja dengan aman,” ujar Handi.
Ami, salah satu warga Kelurahan Gamalama, mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM ini. Ia memilih membeli paket sembako seharga Rp 100.000 yang berisi beras, gula, dan tomat karena harganya yang jauh lebih ekonomis dibanding pasar umum.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden untuk mengintensifkan stabilitas pangan nasional guna menekan laju inflasi di daerah.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.