Tandaseru – Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, berkomitmen menjaga ketertiban fasilitas umum menjelang bulan suci Ramadan dengan menertibkan lapak pedagang kaki lima (PKL) liar. Sebagai solusi, pemerintah telah menyiapkan kawasan Benteng Oranje sebagai lokasi resmi bagi para pedagang pakaian dan busana muslim.

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menegaskan penataan ini bertujuan menyeimbangkan fungsi ruang publik dengan kebutuhan ekonomi masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak sekadar melarang, tetapi juga memberikan ruang bagi pedagang agar tetap bisa berjualan secara legal dan tertib.

“Beberapa ruang publik memang tidak diperuntukkan untuk aktivitas perdagangan. Namun ketika ada larangan, pemerintah wajib menyiapkan solusi,” ujar Rizal, Selasa (27/1/2026).

Fokus Penertiban dan Skema Relokasi

Penertiban yang dijadwalkan pada Kamis mendatang ini akan menyasar area terminal dan titik parkir yang kerap disalahgunakan sebagai tempat berjualan. Operasi ini melibatkan tim terpadu dari:

• Satpol PP

• Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag)

• Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim)

• Dinas PUPR

Sebagai alternatif, area Taman Film di Benteng Oranje akan disulap menjadi pusat perbelanjaan perlengkapan Ramadan. Lapak akan ditata mulai dari pintu masuk hingga pintu keluar menuju Masjid Raya Al-Muttaqin dengan tetap memprioritaskan kelancaran arus lalu lintas dan ketersediaan lahan parkir.

Koordinasi Satu Pintu

Rizal menambahkan, seluruh pengelolaan pedagang di Benteng Oranje akan dikelola langsung oleh Dinas Perindag. Hal ini dilakukan guna memastikan penataan yang rapi sekaligus optimalisasi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau kita melarang di satu tempat, maka harus ada ruang yang tepat kita siapkan. Dengan penataan terpadu ini, aktivitas ekonomi tetap berjalan dan fasilitas umum tidak terganggu,” tambahnya.

Selain menjadi pusat ekonomi, kawasan bersejarah tersebut juga diproyeksikan menjadi pusat kegiatan sosial Ramadan, seperti buka puasa bersama. Dalam waktu dekat, Pemkot Ternate akan membuka pendaftaran bagi para pedagang yang ingin menempati lokasi tersebut setelah koordinasi teknis selesai dilakukan.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter