Tandaseru – Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terpaksa memangkas hampir 90 persen anggaran belanja modal pada tahun anggaran 2026. Langkah drastis ini diambil menyusul merosotnya nilai Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas PUPR Kota Ternate, Rus’an M. Nur Taib, mengungkapkan bahwa penyusutan anggaran ini berdampak pada penundaan sejumlah program pembangunan strategis. Jika tahun sebelumnya belanja modal mencapai hampir Rp100 miliar, kini anggaran yang tersedia turun tajam hingga di bawah Rp10 miliar.

Prioritas Infrastruktur Dasar

Meski ruang gerak fiskal sangat terbatas, Rus’an memastikan Pemkot Ternate tetap memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat. Fokus utama tahun ini dialihkan pada pemeliharaan aset yang sudah ada.

• Pemeliharaan Jalan: Perawatan rutin jalan di area dalam kota tetap dianggarkan.

• Penanggulangan Banjir: Fokus pada perbaikan dan rehabilitasi drainase di titik-titik rawan.

• Wilayah Terluar: Pembangunan di Pulau Moti, Batang Dua, dan Hiri tetap berjalan namun dengan porsi anggaran yang sangat terbatas.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter