Tandaseru – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, tengah serius melirik potensi lobster sebagai komoditas unggulan untuk mendukung sektor pariwisata. Langkah ini bertujuan mengulang kejayaan Morotai yang sempat memecahkan rekor MURI pada tahun 2012 silam melalui aksi bakar lobster terbanyak.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Pulau Morotai, Muksin Soleman, menyatakan kolaborasi antarinstansi, khususnya dengan Dinas Perikanan dan Kelautan, sangat diperlukan untuk mengembangkan budidaya lobster yang berkelanjutan. Menurutnya, ketersediaan lobster di restoran dan pusat kuliner lokal akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.

“Jika pasaran lobster diatur dengan baik, kebutuhan di restoran terutama di Morotai pasti tinggi. Kita ingin lobster menjadi menu khusus bagi tamu wisata,” ujar Muksin kepada tandaseru.com, Senin (12/1/2026).

Sentra Produksi dan Tantangan Budidaya

Saat ini, potensi lobster tersebar di hampir seluruh kecamatan di Morotai, dengan konsentrasi terbesar berada di Kecamatan Morotai Jaya dan Morotai Utara. Muksin menekankan pentingnya kehadiran tenaga ahli pembudidaya agar potensi alam yang melimpah ini dapat dikelola menjadi barang ekspor sekaligus memenuhi kebutuhan konsumsi lokal.

Lobster di Morotai diketahui memiliki musim panen raya antara bulan Januari hingga April, di mana ukuran lobster yang dihasilkan cenderung sangat besar.

Mengenang Rekor MURI 2012

Sejarah mencatat, Morotai memiliki kedekatan khusus dengan komoditas ini. Pada perhelatan Sail Morotai 2012 di bawah kepemimpinan Bupati Rusli Sibua, daerah ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) nomor 5.568/R.MURI/IX/2012.

Kala itu, sebanyak 2.012 ekor lobster (jumlah simbolis dari total 2.400 ekor) dibakar di sepanjang jalan pusat kota Daruba sejauh 800 meter. Aksi tersebut bertujuan untuk mempromosikan kekayaan laut Morotai kepada dunia internasional.

Dengan mengintegrasikan wisata alam seperti Pulau Dodola dan wisata sejarah Perang Dunia II dengan kuliner lobster, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai optimis dapat meningkatkan daya saing ekonomi daerah melalui sektor pariwisata yang berbasis pada kekayaan lokal.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter