Tandaseru – Sejumlah alat mesin pertanian (alsintan) jenis traktor roda empat milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, dilaporkan terbengkalai dan rusak selama bertahun-tahun. Alat bernilai miliaran rupiah tersebut diduga tidak terurus sejak masa kepemimpinan dua mantan kepala dinas sebelumnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Senin (22/12/2025), aset daerah yang seharusnya menunjang produktivitas petani lokal itu kini dalam kondisi memprihatinkan. Padahal, secara fisik alat-alat tersebut dinilai masih layak dioperasikan jika dilakukan perawatan yang tepat.
Operator Distan Morotai, Arifudin, mengungkapkan bahwa kerusakan alat tersebut terjadi sejak kepemimpinan Kadis Muslim Jumati dan Anwar Husen (yang kini menjabat Kadistan Pemprov Malut). Selain unit yang rusak di kantor, terdapat dua unit alat lainnya yang hingga kini masih berada di tangan pihak ketiga.
“Ada empat unit yang rusak. Namun, dua unit berada di tangan orang kepercayaan mantan bupati dan hingga kini belum dikembalikan,” ujar Arifudin saat diwawancarai.
Mirisnya, Arifudin menyebutkan bahwa alat yang seharusnya dimanfaatkan oleh kelompok tani tersebut justru diduga hanya digunakan oleh orang kepercayaan tersebut sebelum akhirnya mengalami kerusakan.
Hingga saat ini, pihak Dinas Pertanian belum menghitung secara pasti nilai kerugian akibat kerusakan aset-aset tersebut. Namun, melihat harga pengadaan alat berat pertanian yang cukup tinggi, total kerugian diprediksi mencapai miliaran rupiah.
“Kalau dilihat dari harga alatnya bisa mencapai miliaran, tapi kami belum hitung nilai kerusakannya secara pasti. Janjinya akan diperbaiki oleh pihak yang membawa alat itu, tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya,” tambah Arifudin.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.