Tandaseru — Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menegaskan komitmennya memperkuat kualitas pendidikan dan jaminan sosial bagi masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam pembukaan kegiatan Olimpiade Gasing Nasional (OGN) 2026 Halmahera Tengah yang berlangsung di Ternate, Senin (5/10/2026).
Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangaji, menyampaikan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan adalah investasi utama dan legacy terpenting bagi sebuah daerah.
“Bukan legacy bikin rumah sakit, legacy bikin jalan, itu bukan legacy,” tegas Ikram.
“Tapi legacy yang kita inginkan adalah orang Maluku Utara itu dikenal karena scientist-nya, karena kepintarannya. Jangan orang Maluku Utara dikenal karena, di medsos itu baku hantam, di media karena konflik. Sudah cukuplah.”
Ikram merincikan sejumlah pengalokasian anggaran daerah, termasuk efisiensi APBD dan komitmen insentif pendidikan maupun kesehatan. Ia menyebutkan, dari DBH kurang bayar Rp461 miliar, pembayaran yang direalisasikan hanya Rp41 miliar setelah sebelumnya dilakukan efisiensi sebesar Rp480 miliar. Kendati demikian, efisiensi tersebut tidak menyurutkan program prorakyat.
Di bidang pendidikan, Pemkab Halmahera Tengah menggelontorkan beasiswa senilai Rp31 miliar kepada 5.148 mahasiswa. Anggaran ini kemudian ditambah sebesar Rp15 miliar pada APBD Perubahan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan kedokteran. Saat ini terdapat 48 mahasiswa kedokteran dan 6 dokter spesialis yang dibiayai oleh Pemkab Halteng. Selain itu, seluruh pegawai diwajibkan melanjutkan jenjang pendidikan (D3 ke S1, S1 ke S2, dan S2 ke S3) mulai tahun 2025. Guru SMA/SMK di wilayah tersebut juga diberikan insentif daerah sebesar Rp1.000.000 per bulan.
Dalam sektor pelayanan kesehatan, Pemkab menyiapkan alokasi anggaran Rp13 miliar di Dinas Kesehatan agar masyarakat dapat berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP tanpa terkendala status BPJS. Sistem klaim biaya ini nantinya akan berputar masuk kembali sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) RSUD. Di samping itu, Pemkab memberikan insentif sebesar Rp1.000.000 per bulan bagi ibu hamil dan menyusui.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan Olimpiade Gasing Nasional serta komitmen Pemkab Halmahera Tengah terhadap kemajuan pendidikan dan kesejahteraan guru.
“Tentu Pemerintah Provinsi Maluku Utara memberikan apresiasi dan bangga atas kebijakan-kebijakan seperti ini yang relevansi dengan perkembangan dunia pendidikan mutakhir,” ujar Sarbin.
Sarbin menekankan pentingnya peran guru yang tidak akan pernah bisa tergantikan oleh kemajuan teknologi.
“Guru memang betul-betul harus ditempatkan di semestinya. Karena teknologi mutakhir mana pun tidak pernah akan menggantikan kedudukan guru,” ujar Sarbin.
“Kita boleh berkiblat di pendidikan ala barat sekalipun dengan robot-robot teknologi mutakhir, tapi kedudukan guru tidak bisa tergantikan. Karena pendidikan ala Indonesia itu ada nilai yang harus diwujudkan. Antara guru dan siswa di tengahnya ada nilai yang harus dicapai. Nilai itu bukan cuma angka-angka di rapor pendidikan, bukan. Ada nilai untuk keutuhan bangsa di masa depan, ada orientasi nilai soal nilai spiritual, nilai-nilai etika.”
Sarbin menyambut positif penerapan metode Matematika Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) yang dinilainya mampu mengubah stigma pembelajaran matematika yang selama ini dihindari. Ia berharap seluruh daerah di Maluku Utara dapat mengadopsi metode ini untuk mencetak talenta unggul di tingkat nasional maupun internasional.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.