Tandaseru — PUKAT Maluku Utara bersama Blue Ventures merintis program pendampingan pengelolaan perikanan berbasis masyarakat (community-based fisheries management/CBFM) di tiga desa pesisir Kecamatan Morotai Selatan Barat (Morselbar), yakni Desa Waringin, Usbar Pantai, dan Tiley Pantai. Program pendampingan ini dijadwalkan berlangsung hingga Juni 2028.

Sebagai langkah awal, tim gabungan menggelar kegiatan perkenalan dan pemetaan lapangan selama sepekan, terhitung sejak 25 September hingga 2 Oktober 2026, dengan menjadikan Desa Waringin sebagai basis kegiatan.

Selama sepekan di lapangan, tim menjalankan lima kegiatan awal yang mencakup empat pilar utama program: pengelolaan perikanan berbasis masyarakat (CBFM), relasi pemangku kepentingan dan tata kelola (stakeholder relations/SR), inklusi keuangan (financial inclusion/FI), serta ketahanan pangan (food security/FS).

Lima agenda awal tersebut meliputi sosialisasi dan peningkatan kesadaran warga, pemetaan pemangku kepentingan lokal, penjangkauan ke instansi pemerintah terkait, sosialisasi ketahanan pangan dan penguatan keterlibatan komunitas, serta survei profil sosial-ekonomi di ketiga desa sebagai data dasar (baseline data).

Direktur Program PUKAT Maluku Utara, Muhammad Assagaf, menyatakan kunjungan lapangan ini merupakan tahap pembuka dari rangkaian pendampingan jangka panjang yang akan mencakup puluhan agenda kerja.

“Kegiatan sepekan ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan dengan fokus pada empat pilar yang diimplementasikan dalam 48 kegiatan, dengan tujuan akhir menjadi fondasi yang kokoh dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tiga desa melalui pengelolaan perikanan berbasis masyarakat sesuai dengan potensi desa masing-masing,” ujar Muhammad.

Program ini disambut positif pemerintah dan warga setempat. Kepala Desa Usbar Pantai dan Kepala Desa Tiley Pantai menyatakan dukungan penuh mereka atas terpilihnya wilayah mereka sebagai lokus pendampingan.

“Kami berdua sangat mendukung dan merasa beruntung bahwa Desa Usbar Pantai dan Desa Tiley Pantai menjadi pilihan di antara banyak desa pesisir di Kecamatan Morselbar. Semoga kami dan masyarakat kami konsisten untuk maju, dan ke depan kegiatan ini bermanfaat serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Usbar Pantai dan Tiley Pantai, dan umumnya desa lain yang menjadi lokus dari kegiatan ini,” ujar Kepala Desa Usbar Pantai dan Kepala Desa Tiley Pantai secara bersama-sama.

Dari hasil penjangkauan awal, tim mencatat bahwa ketiga desa memiliki karakteristik sosial, kebutuhan, dan tingkat kesiapan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, implementasi dari 48 kegiatan mendatang akan disesuaikan secara khusus (tailor-made) dengan kondisi serta potensi masing-masing desa.

Pendampingan yang dirancang selama hampir dua tahun ini diharapkan mampu membangun tata kelola laut yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga pesisir di Morotai.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter