Tandaseru — Seorang nelayan bernama Jefrison Ambafen Mambrasa (25 tahun) ditemukan selamat setelah empat hari terombang-ambing di laut akibat kehabisan BBM. Nelayan asal Desa Der, Kecamatan Kofiau, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, itu ditemukan di perairan Pulau Gag, Halmahera Tengah, Jumat (25/9/2026).

Korban berhasil diselamatkan kapal nelayan asal Bitung, KM Cancil 08, yang melintasi lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut bermula saat Jefrison dalam perjalanan pulang dari kebun di Pulau Bo menggunakan perahu motor (bodi fiber) berkekuatan 15 PK. Di tengah perjalanan, jarak pandangnya terhalang kabut asap tebal hingga akhirnya tersesat dan kehabisan bensin.

“Saya berupaya untuk terus berjalan tapi tiba-tiba kehabisan bensin (BBM) dan mati mesin. Akhirnya hanyut selama 4 hari terombang ambing di laut dan ditemukan oleh kapal nelayan asal Bitung,” ujar Jefrison yang didampingi Sesepuh Paguyuban Papua Sanusi Iskandar Alam dan Kepala UPTD Balai Pelabuhan Perikanan Panamboang Bacan Fahrudin Hadji, Rabu (30/9/2026).

Kepala UPTD Balai Pelabuhan Perikanan Daerah Wilayah V Panamboang Bacan, Fahrudin Hadji, menjelaskan kapal nelayan yang menemukan Jefrison kemudian melanjutkan perjalanan ke Halmahera Selatan dan menyerahkan kepadanya.

“Kapal ini sandar mau mengambil es balok di pelabuhan Panamboang dengan membawa korban bersama bodi fibernya dan menyerahkan ke saya,” ujar Fahrudin.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Fahrudin segera menghubungi sesepuh paguyuban Papua di Halmahera Selatan untuk berkoordinasi mengenai penanganan dan rencana pemulangan korban.

Sesepuh Paguyuban Papua Halmahera Selatan, Sanusi Iskandar Alam, menyampaikan apresiasi mendalam kepada kapten dan anak buah kapal (ABK) KM Cancil 08 serta pihak pelabuhan yang telah menyelamatkan dan mengamankan warganya. Jefrison dijadwalkan akan dipulangkan ke daerah asalnya dalam waktu dekat.

“Terima kasih pula kepada kepala UPTD Balai Pelabuhan Perikanan Wilayah V Panamboang Bacan Fahrudin yang telah bersedia mengamankan korban. Selanjutnya korban akan kami pulangkan ke Raja Ampat menggunakan kapal Sabuk Nusantara pada Jumat (02/10/2026) lusa,” terang Nau Nusi, sapaan akrab Sanusi.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter