Tandaseru – Pelayanan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 35 untuk masyarakat Kecamatan Loloda Tengah, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, semakin mendekati kenyataan. Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Jailolo kini mulai melakukan survei bathimetri di Pelabuhan Barataku untuk menentukan titik labuh kapal yang aman.

Survei teknis ini didukung PT Rayasurverindo Tirtasarana, tim konsultan yang tengah menyusun Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Kedi Tahun 2026. Pengukuran kedalaman dan kondisi perairan ini dilakukan atas permintaan UPP Kelas III Jailolo demi mempercepat persiapan layanan kapal di wilayah tersebut.

Kepala UPP Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim, mengapresiasi dukungan tim konsultan dalam pengukuran bathimetri tersebut. Ia menyebutkan, data hasil survei akan menjadi dasar utama penetapan lokasi lego jangkar KM Sabuk Nusantara 35.

Proses survei titik labuh KM Sabuk Nusantara 35 di Loloda Tengah. (Istimewa)

“Alhamdulillah kami dibantu oleh Tim dari PT Rayasurverindo Tirtasarana untuk pengukuran Bathimetri di Pelabuhan Barataku guna mengantisipasi layanan KM Sabuk Nusantara 35 dengan mekanisme lego jangkar atau labuh,” ujar Rosihan, Kamis (30/7/2026).

Rosihan menjelaskan, pengukuran ini sangat krusial untuk memastikan seluruh aspek keselamatan pelayaran terpenuhi, mulai dari kedalaman perairan, kolam putar kapal, hingga kondisi arus dan gelombang.

Mengingat kapal belum bisa bersandar langsung di dermaga, operasional nantinya akan menggunakan mekanisme rede transport. Penumpang maupun barang dari KM Sabuk Nusantara 35 akan diangkut menuju daratan menggunakan kapal pelayaran rakyat (Pelra), seperti longboat atau perahu.

Setelah seluruh data teknis dianalisis, pihak UPP akan menerbitkan rekomendasi resmi mengenai titik labuh di Pelabuhan Barataku. Rekomendasi tersebut menjadi syarat administrasi dan teknis akhir sebelum kapal perintis tersebut resmi beroperasi melayani masyarakat Loloda Tengah.

Sahril Abdullah
Editor
Mardi Hamid
Reporter