Kita tak lagi berdaya mengisolasi diri, semua kita terekspos dan menjadi mangsa dari rezim totalitarianisme antah berantah. Dalam arus globalisasi yang didorong empat “urat nadi” globalisasi di atas, kedaulatan politik, ekonomi, dan budaya sebuah negara bangsa menjadi problematis. Sebagai negara-bangsa yang dihuni berbagai sukubangsa, budaya, bahasa, agama dan kekuatan potensi dan sumberdaya alam, karena itu, dapat dikacaukan (disrupsi) oleh efek arus global yang tidak mudah dikendalikan. Di sinilah kita!
Kemerdekaan untuk berdaulat secara politik sebagai negara-bangsa, kemerdekaan memilih cara hidup, gaya hidup, dan teramat penting adalah cara berpikir membangun negara-bangsa ini, membutuhkan perjuangan semua pihak. Sayangnya, prasyarat perjuangan itu membutuhkan kejernihan visi dan tujuan: pada cara hidup bersama seperti apa kita menaruh hormat dan meninggikannya sebagai nilai hidup bersama, bersama kita muliakan, dan karena itu, layak diperjuangkan bersama? (*)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.