DPD REI Maluku Utara, kata Halim, sangat terbuka kepada pemerintah daerah, pihak swasta, juga investasi asing untuk membangun kawasan hunian yang layak bagi masyarakat.

Dari sisi potensi bisnis properti di Maluku Utara, kata dia, masih sangat menjanjikan. Terutama di daratan Sofifi, Pulau Halmahera, seiring banyaknya investasi yang masuk di Maluku Utara.

Sebab itu, diharapkan pula pemerintah daerah bisa mematangkan rencana tata ruang dan wilayah sehingga pihaknya pun bisa mengetahui persis pada wilayah-wilayah mana yang bisa dibangun kawasan permukiman.

“Karena dengan banyaknya investasi yang masuk itu kita harus betul-betul menyiapkan sarana prasarananya, salah satunya perumahan itu sendiri,” timpal dia.

Pembukaan Musda VI DPD REI Maluku Utara oleh Pj Gubernur Maluku Utara yang diwakili Staf Ahli Gubernur Nurlaila Muhammad.(Tandaseru/Ardian Sangaji)

Ia menambahkan, sejauh ini DPD REI Maluku Utara juga sangat terbantukan dengan adanya support yang baik dari pihak perbankan terhadap dunia usaha properti.

“Karena perbankan sendiri sangat membutuhkan itu. Supportnya positif. Saat ini ada bank BTN, ada bank Mandiri, dan BRI,” cetus dia.