“Jadi sekarang mobil dinas itu ada di Tidore kurang lebih dua tahun, padahal itu operasional kantor,” timpal dia.

Sementara itu Hamid Ahe dikonfirmasi terpisah mengenai hal ini mengklarifikasi bahwa memang benar dirinya membawa mobil tersebut ke Tidore saat musim ibadah haji.

Hamid bahkan mengoreksi bahwa mobil tersebut bukanlah mobdin melainkan mobil jabatan.

“Itu bukan mobil dinas, tapi mobil jabatan. Mobil itu tujuannya bukan saya taruh di Tidore tapi karena musim haji kemarin saya bawa ke Tidore,” kata Hamid.

Menurut Hamid, sebagaimana keterangan sopirnya bahwa mobil tersebut kini sedang mengalami sedikit gangguan yang membuatnya belum dapat dibawa pulang ke Morotai.

Meski begitu, dia memastikan dalam waktu dekat ini sopirnya akan membawa mobil itu kembali di Morotai.

“Jadi bukan saya kasih tinggal di sana (Tidore),” timpalnya.

Ia juga membantah tudingan yang menyebutkan mobil KPU Morotai ini telah dipakai di Tidore selama 2 tahun. “Itu fitnah,” cetus dia.