Menurutnya, dengan pesatnya pembangunan industri di Maluku Utara, maka dibutuhkan dukungan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, pengembangan klaster industri, pembiayaan dan insentif, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Untuk itu, saya juga mengajak seluruh peserta FGD untuk berpikir bersama mencari jalan terbaik untuk menjaga dan menjamin kualitas hidup masyarakat sekitar kawasan industri,” tandasnya.