Usai rapat koordinasi, Lilik kemudian menyerahkan dukungan secara simbolis berupa Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp250 juta, berikut sejumlah bantuan logistik dan peralatan lainnya seperti tenda pengungsi 10 unit, tenda keluarga 100 unit, sembako 500 paket, makanan siap saji 500 paket, higiene kit 500 paket, matras 500 lembar, selimut 500 lembar, kasur lipat 500 lembar, genset 5 unit, light tower 5 unit, lampu solar panel 5 unit, masker kesehatan 1000 dus, toilet portable 10 paket, tandon air 10 unit.
Seluruh dukungan logistik dan peralatan itu nantinya akan disimpan sementara di gudang milik Palang Merah Indonesia (PMI).
“Sementara untuk gudang logistik nanti kita pinjam sementara ke PMI,” kata dia.
Pada kesempatan itu, Deputi 5 BNPB ini bersama jajaran Pemda Halmahera Barat juga melakukan kunjungan ke dua lokasi pengungsian yang berada di Desa Tongute Ternate yang terdapat 600 jiwa.
Segala fasilitas dan kebutuhan dasar warga terdampak, terpantau sudah cukup terpenuhi, termasuk dapur umum yang dioperasikan oleh Dinas Sosial bersama warga setempat.
“Tadi di Desa Tongute kita sudah lihat cukup baik. Di sana sudah ada dapur umum. Semua sudah mulai lengkap,” kata Lilik.
Kemudian di lokasi kedua yakni Desa Gamici, Lilik menyempatkan diri untuk berdialog bersama beberapa warga pengungsi.
Di sana ada kurang lebih 200 jiwa dan sudah menempati beberapa tenda mulai dari BNPB, Dinas Sosial, TNI dan Polri. Lokasi tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang dioperasikan oleh tim medis dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Halmahera Barat secara bergantian.
“Di lokasi kedua kami sudah melihat bahkan ada fasilitas kesehatan yang dioperasikan oleh tenaga-tenaga dari Puskesmas. Mereka melayani secara bergantian,” jelas Lilik.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.