Di mana pada Desember 2023 telah dilakukan penanaman musim tanam pertama dengan jenis Inpari 32 di atas lahan 110 hektare, dan rencananya di minggu pertama bulan Juni 2024 akan dilakukan penanaman 400 hektare.
Kebijakan ini dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan, terutama beras, dan menjaga ketahanan serta kedaulatan pangan agar dapat menekan angka inflasi di Kabupaten Halmahera Tengah.
“Semoga segala ikhtiar yang Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dan Dinas Pertanian serta seluruh petani dapat menjawab kebutuhan paling mendasar dari seluruh masyarakat,” ucapnya.
Ia mengaku, target Pj Bupati, tahun 2024 Halmahera Tengah menjadi lumbung pangan Maluku Utara, khususnya beras.
“Dan hari ini, saya menyerahkan langsung benih padi kepada petani padi yang berada di transmigrasi Waleh SP 1, Desa Persiapan Era Fagogoru Kecamatan Weda Utara. Benih padi yang diserahkan adalah benih padi varietas Inpari 32. Benih padi tersebut akan dilakukan semai oleh petani dan selanjutnya pada usia bibit 12-14 hari akan dilakukan penanaman. Area yang akan ditanami oleh petani di transmigrasi Waleh SP 1 seluas 21,24 hektare,” jelasnya.
“Harapan saya semoga benih yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik, agar nantinya produksi beras sangat tinggi. Terlepas dari itu, dengan hasil produksi padi dapat meningkatkan pendapatan petani padi yang berada di transmigrasi Waleh SP 1,” tandas Yusmar.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.