Tandaseru — Tugulufa Food Festival (TFF) mendapat respon luar biasa dari warga Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Event ini dinilai memberikan ruang baru bagi warga membangun ekosistem ekonomi kreatif selama Ramadan.
Project Manager TFF Abdurrachim Muhammad Yusuf mengungkapkan, antusiasme warga terlihat dari membludaknya angka kunjungan ke TFF, di mana sehari bisa 50-70 orang yang datang. Ada yang bukber, atau sekadar mampir belanja.
“Seminggu ini kami sudah melakukan beberapa giggs seperti live music, talkshow dan pemutaran film karya sineas Maluku Utara. Mungkin karena pada masa transisi ruang kreatif, perlu ada banyak gerakan edukasi yang ditampilkan di ruang publik. Masuk seminggu TFF berjalan kami menemukan ekspektasi yang luar biasa di kalangan masyarakat, bahkan banyak juga pengunjung dari Ternate yang hadir,’’ tutur Aim, sapaannya.
Menariknya, dalam kegiatan ini penyelenggara TFF tak sekadar menampilkan UMKM tetapi memberikan ruang bagi komunitas untuk sama-sama menciptakan pasar.
“Artinya kami berupaya semaksimal mungkin untuk membangun pasar sendiri dengan jumlah pengunjung yang datang dari beragam sektor mulai mahasiswa, sampai siswa-siswa yang berbuka bersama di lokasi acara Tugulufa Food Festival. Ini bisa dibilang terobosan baru karena kegiatan baru pertama kami menciptakan ruang inkubator pertama di Kota Tidore. Tahun-tahun sebelumnya belum pernah kami lihat,’’ ungkapnya.
Ia bilang, penting kiranya ini menjadi pukulan bagi sektor-sektor pemerintah yang bergerak di bidang ekonomi kreatif agar lebih paham substansi kolaborasi, bahwa kehadiran komunitas juga bisa menghidupkan kota.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.