Meri menyampaikan, Halmahera Barat telah menorehkan prestasi di tingkat provinsi maupun nasional dalam rangka penanganan stunting. Di mana pada tingkat provinsi, kabupaten ini keluar sebagai pemenang pertama. Sedangkan untuk tingkat nasional keluar sebagai pemenang ketiga.

“Tapi ini tantangan. Tantangannya adalah mampu mempertahankan peerolehan itu ataukah menurun. Makanya kemarin di rapat kami, saya bilang kalau kinerja kita naik maka stunting turun. Tapi kalau kinerja kita turun maka stunting naik,” tuturnya.

Oleh karena itu, istri Bupati James Uang ini juga menyampaikan, pada pekan kemarin, TP PKK Halmahera Barat telah melakukan rapat pembahasan program untuk tahun ini. Di mana pihaknya akan menggelar lomba antar Puskesmas se-Halmahera Barat.

“Untuk itu kami meminta dukungan semua pihak agar program dan juga kegiatan hari ini bisa berdampak ke masyarakat yang menjadi sasaran atau beresiko stunting,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPD Persagi Maluku Utara Siti Salmiah menjelaskan, lomba ini bagian dari pelaksanaan Hari Gizi Nasional oleh Persagi Maluku Utara yang dipusatkan di Halmahera Barat.

“Sehingga pesertanya juga perwakilan dari masyarakat Halmahera Barat, ada dari Ibu-ibu Persit, Bayangkari, Darmawanita, PKK, dan juga ada kader-kader posyandu dari beberapa Puskesmas,” sebutnya.

Siti mengatakan, lomba tersebut bertujuan memaksimalkan penggunaan pangan lokal di Halmahera Barat untuk pemenuhan gizi dalam rangka pencegahan stunting.

“Jadi lomba hari ini itu, terkait cipta menu Makanan Pendamping Air Susu Ibu, jadi ada 3 kelompok, yaitu untuk usia 3 sampai 6 bulan, kemudian 6 sampai 9 bulan dan 9 sampai 12 bulan. Dan kami berharap ibu-ibu ni bisa mengolah sendiri agar tidak bergantung pada makanan pabrikan,” pungkasnya.