“Itu sudah kami lakukan lewat demonstration plot (demplot) di tahun 2022 dan 2023,tinggal kita perluas,” tuturnya.

Dengan adanya industri pertambangan yang besar di Malut, sambung dia, seharusnya jadi peluang besar sektor pertanian.

“Karena pembeli besar terhadap produk hasil petani kita, tinggal petani kita diorganisir sehingga hasilnya bisa diterima atau masuk ke tambang itu,” terangnya.

Eko menambahkan, ekspor utama Malut adalah ke China dan pertumbuhan ekonomi China sekarang cukup rendah.

“Perkiraan China akan pulih secepatnya mungkin semester II tahun depan. Nah itu melandasi, ekonomi kita 53 persen didominasi produksi nikel, turunan nikel dan pembeli utama 98 persen China. Kita sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi China tahun depan stabil,” tandasnya.