Sarana tersebut, kata dia, dapat dipakai kelompok radikal untuk menyebarkan hoax, berita palsu, dan propaganda yang dirancang untuk mempengaruhi pemilih dan menciptakan ketidakpercayaan terhadap proses Pemilu.
“Untuk itu dalam upaya penangkalan terhadap radikalisme di ruang digital, kami mengimbau kepada masyarakat Maluku Utara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap konten-konten radikalisme,” imbau dia.
Dia menambahkan, Pemilu merupakan momentum yang krusial untuk menjaga stabilitas negara. Sebab itulah, dia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengawal Pemilu agar pesta demokrasi ini bisa berjalan dengan aman dan damai.
“Mari kita kawal Pemilu ini sehingga dapat berjalan dengan aman dan damai, serta sejuk,” tandas dia.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.