Karena pemilu sebagai satu-satunya jalan terbaik yang dianut Indonesia sebagai negara demokrasi—untuk proses menyeleksi para pemimpin atau wakil rakyat, maka perlu kita semua kawali proses tersebut.

Pengalaman, lebih dari 20 tahun tahun reformasi bergulir dan pemilu langsung diselenggaran masih menyisahkan banyak persoalan mendasar, seperti tidakjujuran, ketidakterbukaan, dan politik uang masih menodai jalan putih demokrasi kita.

Hindari Politik Uang

Politik uang adalah suatu bentuk pemberian uang, barang, atau janji suap seseorang hingga ia tidak menjalankan haknya untuk memilih calon atau partai tetentu pada saat pemilu, tapi lebih mengamankan kepentingan penyuap.

Politik uang ini sangat berbahaya dalam membangun sebuah proses demokrasi yang lebih matang atau lebih baik karena perannya sangat merusak. Misalnya, politik uang meremehkan martabat rakyat, harga diri seseorang hanya dibeli dengan uang atau bahan makanan oleh para calon untuk merebutkan jabatan politik yang didudukinya selama lima tahun.

Tindakan ini merupakan pembodohan massal karena rakyat dibodohi dengan tawaran sesaat berupa uang. Selama lima tahun, sang calon yang telah terpilih hanya berbulan madu (honey moon) atau jadi menara gading di singgasana kekuasaan, di tengah penderitaan masyarakat pun tidak apa-apa, karena suara rakyat telah lunas dibeli saat pemilu.

Rakyat akan terjebak. Agenda perubahan yang diperjuangkan oleh rakyat tidak akan berjalan mulus karena para calon-calon yang menang dalam pemilihan telah lunas membeli suara mereka. Para calon yang terpilih hanya habiskan waktu lima tahun untuk menutupi utang-utang yang dipinjamkan untuk membayar proses kampanye dan suara dalam pemilu. Ia akan menggantikannya berupa janji proyek atau langsung berupa uang.

Tak ada politik uang yang tak berutang dan keuntungan uang suap dalam pemilu adalah sesuatu yang sesaat. Padahal pemilu merupakan agenda perubahan yang diperjuangkan rakyat dengan memilih presiden atau para wakil rakyat, termasuk para kepala daerah yang beramanah—untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.