“Jadi kesiapan kita daripada Polri secara maksimal, di dalam pengamanan kita itu seperti di lokasi potensi konflik seperti di dua kecamatan itu,” cetusnya.

“Kami polres punya program Tangguh (Tanggung Jawab, Unggul, Humanis), jadi kita jalankan tugas sesuai dengan tupoksi penegakan hukum, kemudian memberikan perlindungan terhadap masyarakat,” timpal Agung.

Mengatasi hal itu, ia bilang polisi tidak berjalan sendiri. Namun tetap bersama-sama instansi terkait. Menurutnya, yang menentukan wilayah Morotai aman atau tidak adalah masyarakatnya sendiri, jadi masyarakat harus mewujudkan keamanan itu sendiri.

“Kesiapan daripada personel ini, kita sudah persiapan. Baik itu dari segi fisik, sarana prasarana, baik alat, peralatan khusus, baik itu senjata api, maupun penanggulangan huru-hara sudah kita siapkan,” katanya.

Meski masih ada beberapa peralatan yang dibutuhkan, ia mengaku sementara masih dikomunikasikan ke Mabes Polri.

“Itu masih proses. Namun pada prinsipnya sarana prasarana kita maksimalkan. Untuk personel kalau dengan BKO itu 200 personel, tapi kita masih siapkan cadangannya lagi,” pungkasnya.