Tandaseru — Komunitas Besa ma Cahaya Kota Ternate, Maluku Utara, menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas tema Cinta Tanah Air? Konservasi Air Tanah, Selamatkan Air Tanah Ternate, Kamis (1/9) malam.

FGD ini sebagai bagian dari tindak lanjut kegiatan sedekah air hujan yang dilaksanakan komunitas Besa ma Cahaya baik di Kota Ternate maupun Pulau Mayau dan Tifure.
FGD dipusatkan di Kedai Sinar Gemilang, Kelurahan Jati, Kota Ternate, menghadirkan narasumber Mahdani mewakili Kasatker OP BWS Malut, Plt Dirut Perumda Ake Ga’ale Muhammad Syafei, Kabid PPKL DLH Kota Ternate Syarif Tjan, Peneliti Air Tanah Universitas Khairun Ternate Dr. Rahim Ahmad dan Zulkifli, Founder Besa Ma Cahaya.

FGD ini juga melibatkan peserta dari anggota DPRD Kota Ternate – BPDAS, BMKG, OPD, Organisasi non pemerintah, akademisi dan para penerima bantuan iPAH. Yakni Panti Asuhan dan Rumah Tahfidz Al Qur’an Al Muslih Kel Jambula Kec Pulau Ternate. Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Hidayatullah Kelurahan .Gambesi Kecamatan Kota Ternate Selatan, Gereja GKPMI Kelurahan Bido Kecamatan Pulau Batang Dua dan SD GPM Kelurahan Mayau, Pulau Batang Dua.

“FGD ini puncak dari rangkaian kegiatan yang kami laksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI. Ini juga bagian dari pelaksanaan Program Replikasi Kalpataru Tahun 2023 yang saya terima,” jelas Zulkifli.

Sebelum FGD berlangsung diserahkan secara simbolis bantuan 4 unit iPAH kepada para penerima bantuan. Keempat iPAH itu dibangun melalui pendanaan Program Replikasi Kalpataru Tahun 2023 dan Program Sedekah Air Hujan.

“Program Replikasi Kalpataru sifatnya stimulan hanya bisa dibangun 1 unit iPAH, sedangkan 3 unit iPAH lain melalui Program Sedekah Air Hujan,” katanya.