Meski begitu, Jufri membenarkan keluhan warganya itu. Ia bahkan telah menghubungi pihak kontraktor terkait masalah tersebut. Namun, kontraktor beralasan bahwa itu tidak tercantum dalam proyek pelebaran pelabuhan.

“Saya bilang betul, tetapi kalau tidak ada penimbunan maka gorong-gorong ini tidak akan tertutup. Ini belum hujan, kalau sampai terjadi hujan, tetap rumah warga saya pasti kena genangan air,” tandasnya.

Aksi sekira 2 jam itu akhirnya dihentikan usai UPP Kelas III Jailolo melakukan mediasi bersama Kepala Desa Matui, Bhabinkabtibmas dan sejumlah warga.

Namun warga mendesak tuntutan mereka harus direalisasikan dalam jangka waktu 2 hari. Jika tidak, pemblokiran akan kembali dilakukan hingga tuntutan tersebut direalisasikan.

Terpisah, Kepala UPP Kelas III Jailolo, Rosihan Gamctim, ketika dikonfirmasi mengatakan ia sudah berkomunikasi dengan pelaksana agar melebarkan gorong-gorong ke arah kampung.

“Biar air cepat keluar ke laut,” pungkasnya.