Tandaseru — Pemerintah Provinsi Maluku Utara merespon wacana Pemerintah Kota Ternate mengambil alih status RSUD Chasan Boesoirie.
Langkah pengambilalihan RSUD Chasan Boesoirie dinilai sebagian pihak sebagai solusi di tengah keinginan besar pemkot membangun RSUD baru.
Sekretaris Daerah Maluku Utara Samsuddin Abdul Kadir, menilai wacana tersebut sebagai hal yang biasa.
“Semua pasti akan kembali ke peraturan yang mengatur, kan gitu. Hanya karena ini tawaran ya silakan saja,” ujar Samsuddin saat ditemui di Kota Ternate, Selasa (25/7).
Samsuddin bilang, RSUD Chasan Boesoirie hingga saat ini masih berstatus sebagai rumah sakit rujukan tingkat Provinsi Maluku Utara.
“Artinya itu lebih ke tanggung jawab,” ungkapnya.
Ia menambahkan, masih ada tanggung jawab besar yang harus dilakukan Pemprov dalam menata kembali RSUD Chasan Boesoirie.
“Masih ada tanggung jawab besar. Kalau saya bilang iya (diambil alih), nanti dibilang lepas tanggung jawab lagi,” katanya.
Samsuddin mengaku, wacana pengambilalihan status RSUD Chasan Boesoirie bukan sesuatu yang tidak mungkin.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.