“Kemarin sudah buat penyelesaian ke pemiliknya, tapi dari pak bupati mengarahkan semua kelapa tidak bisa diserahkan ke pemilik, diserahkan lah ke pemerintah daerah,” ujar Rais, Selasa (20/6).
Setelah diterima Dinas Pertanian, ribuan kelapa Bido itu kemudian diserahkan lagi CV Prima Morotai yang dipercayakan melakukan penakaran kelapa Bido.
“Jadi, penakaran dulu sampai tunas kelapanya muncul baru tahu, kalau itu kelapa Bido, jadi kalau bukan kelapa bido kita kembalikan ke petani,” jelas dia.
Rais mengaku, hingga saat ini pihak kepolisian pun belum tahu siapa pembeli dari ribuan buah kelapa tersebut.
“Sampai saat ini kami belum tahu pembelinya karena pembelinya kami belum panggil periksa,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.