Tak hanya itu, anggaran perjalanan dinas rombongan JKPI itu juga dipertanyakan.
Diketahui, anggaran untuk Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Wali Kota dan tiga orang lainnya yang ke luar negeri mencapai ratusan juta rupiah.

“Jika perjalanan ke luar negeri dengan alasan menghadiri acara Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), maka itu juga jadi masalah. Karena beberapa hari lalu ada simposium jalur rempah, dan itu harusnya dilakukan, agar mengumpulkan data sehingga tidak buang-buang anggaran untuk ke Belanda,” tukasnya.

Terpisah Kepala BPKAD Kota Ternate Abdullah M Saleh saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui pasti nominal SPPD Wali Kota dan rombongan ke Belanda.

“Saya kurang tahu, saya sudah lupa nanti besok saya cek. Karena lupa nilainya. Karena kami tanda tangan daftar banyak-banyak begitu kan,” singkatnya dilansir dari Kaidah Malut.

Sekadar diketahui, dalam kuker itu Wali Kota memboyong Kepala Bappelitbangda Rizal Marsaoly, Kepala Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Safia M Nur dan Dr. Maulana dari Unkhair Ternate.

Sebelum rombongan bertolak ke Negeri Kincir Angin itu, mereka sempat transit beberapa hari di Jakarta. Bahkan lantaran kegiatan itu pula, Wali Kota tidak terlihat dalam sebagian besar agenda kuker Wapres RI Ma’ruf Amin.