Imran bilang, produk UMKM yang bakal diboyong ke Rusia rata-rata adalah produk olahan kuliner khas Maluku Utara seperti kenari, gula merah. Namun, produk yang bakal menjadi unggulan adalah kopra putih dan briket batok kelapa.

Menurut dia, dua produk unggulan tersebut memiliki potensi pasar yang cukup tinggi di Rusia, terutama kopra putih.

“Kopra putih itu adalah pertimbangan dari teman-teman di Rusia. Nah ini yang mau kita jajaki. Ini adalah bahan baku yang turunnya bisa menjadi produk ekonomi kreatif,” timpal dia.

Dalam kesempatan itu Ketua Dewan Pembina DPW Gekrafs Provinsi Maluku Utara, Ishak Naser mengatakan, Gekrafs melalui misi dagangnya ke Rusia juga merupakan salah satu jawaban konkret bagi ekonomi kreatif Maluku Utara, untuk bisa memperluas dan membuka akses pasar lebih besar.

Jika hanya terfokus pada pasar domestik, maka produk lokal akan berhadapan dengan persaingan pasar yang cukup ketat, dan tentunya akan menjadi lebih sulit bagi pelaku UMKM bisa lebih berkembang.