“Kita tidak main-main, dia tetap kita lakukan pemeriksaan internal,” tegasnya.
Menurutnya, dugaan penganiayaan itu terjadi lamtaran sipir merasa emosi atas tingkah laku tahanan yang tidak sopan.
“Dapat informasi itu, saya langsung turun ke lapas dan mengecek langsung. Dan di lapas mereka berdua, baik korban maupun oknum sipir, sudah ada saling memaafkan dan berdamai,” akunya.
Ia menjelaskan, kejadian itu terjadi saat apel, di mana korban yang merupakan tahanan mengikuti apel dengan tidak sopan yakni mengangkat kaki dan itulah yang menjadi penyebab oknum sipir emosi.
“Sudah damai mereka berdua, tapi yang jelas kami tetap lakukan pemeriksaan terhadapnya,” tuturnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.