Tandaseru — Usai mengikuti Bimbingan Teknis Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak di Maluku Utara, komunitas penerjemahan bahasa Tidore resmi dibentuk, Jumat (12/5).

Irawati H Malan selaku ketua komunitas mengaku inisiatif membentuk komunitas penerjemahan untuk turut melestarikan bahasa Tidore.

“Kita menyadari bahwa masih banyak generasi belum menaruh harapan dalam melestarikan bahasa daerah Tidore. Kesadaran ini setelah kita mengikuti kegiatan dari kantor Bahasa Maluku Utara sejak Selasa kemarin,” jelas Ira di Kota Ternate.

Ia bilang, setelah terbentuk komunitas yang anggotanya berlatar belakang penulis, guru dan pegiat literasi ini berkomitmen melestarikan bahasa Tidore.

“Banyak program akan kita buat, mulai dari sosialisasi penggunaan bahasa daerah Tidore di tingkat sekolah hingga menyebar ke masyarakat, bahkan merencanakan menulis buku biografi tokoh ada di Tidore lalu diterjemahkan dalam bahasa daerah,” terangnya.