“Caranya kita punya dapur sehat, membuat makanan tambahan bergizi kepada anak-anak baduta (bayi dua tahun), balita (bayi lima tahun), ibu hamil, dan itu adalah program BKKBN,” kata dia.
Lanjut dia, selain BKKBN, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pangan Nasional yang juga akan memberikan bantuan langsung pangan kepada baduta dan balita yang berisiko stunting.
“Itu ada bantuan pangan, telur dan ayam, dan kami juga memiliki data keluarga berisiko stunting dari hasil pendataan keluarga itu by name, by address dan nanti dicek oleh kepala desanya kalau memang betul akan diberikan bantuan-bantuan tadi,” timpalnya.
Ia menambahkan, sosialisasi pentingnya mencegah stunting dengan merencanakan kehamilan dan pernikahan juga perlu dilakukan.
“Itu salah satu cara juga supaya lebih efektif lagi untuk menurunkan angka stunting atau mencegah stunting dengan cara itu mungkin lebih mudah dan efektif lagi,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.