Tahun lalu kegiatan yang sama juga digelar di Ternate.
Sementara itu dalam paparannya Alexander Ginting menjelaskan sebagai salah satu wilayah yang memiliki sumberdaya nikel terbesar di Indonesia, Maluku Utara, bisa menjadi penopang Indonesia yang berperan penting dalam penyediaan bahan baku nikel dunia. Ke depannya, dengan cadangan nikel yang cukup besar, menurut Alex, Indonesia bisa menuju pusat industri baterai dunia.
Sementara itu Muharwan menyampaikan pemaparan terkait program pengelolaan dan pemantauan lingkungan Harita Nickel di Pulau Obi. Khususnya terkait pemantauan flora, fauna dan biota air, limbah domestik dan limbah B3, air permukaan, air tanah dan air laut, reklamasi, udara ambien, emisi dan Gas Rumah Kaca.
Ditambahkan Muharwan, kinerja pengelolaan lingkungan Harita Nickel di Pulau Obi juga dievaluasi secara ketat oleh pihak melalui evaluasi rutin dari pemerintah provinsi dan kabupaten (DLH), serta instansi terkait lainnya.
Hasil Evaluasi Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan 5 IUP Harita Nickel yakni PTTBP, PT GPS, PT JMP, PT OAM, PT BJM pada hari Minggu tanggal 12 Maret, 2023 dengan Hasil semuanya “TAAT”.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.